Sabtu, 10 Desember 2011 08:21:50 WIB
KABAU SIRAH SIAP TANDUK BAJOL IJO
Reporter :
M. Syafaruddin
Surabaya (beritajatim.com) -
Bertandang ke Stadion Gelora 10 Nopember yang terkenal keangkerannya,
tak membuat Semen Padang keder. Tim Kabau Sirah optimis bisa mencuri
angka dari tuan rumah Persebaya. Kedua tim akan adu kualitas, Minggu
(11/12/2011) besok malam.
Semen Padang memiliki modal berharga
jelang menghadapi Persebaya. Pada laga terakhir, Ferdinand Sinaga dan
kawan-kawan menaklukkan Persema dengan skor telak 6-2. Sementara anak
asuh Divaldo Alves justru kalah 1-2 lawan 10 pemain Persiraja.
Ditemui
usai menjajal lapangan Stadion Gelora 10 Nopember, Sabtu (10/12/2011)
pagi, pelatih Semen Padang, Nil Maizar menyebut seluruh pemain yang ia
bawa siap turun lawan Bajul Ijo. Dalam laga besok, Semen Padang berjanji
untuk tampil maksimal besok. "Yang penting bagaimana kita bermain
maksimal. Ini kan pertandingan away pertama kita," kata Nil kepada
beritajatim.com.
Menurut Nil, meski pada pertandingan sebelumnya
Persebaya kalah atas Persiraja, tapi yang patut digaris bawahi, pada
laga itu Bajul Ijo tak bermain full team. Empat pemain asing, Otavio
Dutra, Andrew Barisic, Amaral dan Mario Karlovic tidak bisa turun.
Selain
itu, pemain lincah, Andik Vermansyah juga absen karena membela Tim
Nasional (Timnas) U-23 di ajang SEA Games, dan laga pertandingan lawan
LA Galaxy. "Persebaya punya tim bagus. Ada empat pemain asing, apalagi
Andik sudah kembali," imbuh pelatih 41 tahun itu.
Mengenai pemain
yang patut diwaspadai, salah satu pelatih muda berbakat di Indonesia
ini menegaskan, seluruh pemain Persebaya berkualitas dan berbahaya.
"Kita tak akan mengutus pemain untuk melakukan penjagaan satu-satu.
Siapa pemain yang masuk daerah kita, kita jaga," tegasnya.
Membawa
pemain yang seluruhnya fit, serta modal kemenangan besar atas Persema,
membuat Nil percaya diri untuk mencuri poin. "Seluruh pemain bisa main.
Pemain juga asing bisa main. Ya mudah-mudahan kita bisa memaksimalkan
dan bisa mencuri poin. Soal tiga atau satu itu tergantung di lapangan
dan Allah," pungkas Nil.[sya/ted]
Sabtu, 10 Desember 2011
Sabtu, 10 Desember 2011 10:39:37 WIB
Reporter :
M. Syafaruddin
Surabaya (beritajatim.com)
- Persebaya semakin percaya diri jelang menjamu Semen Padang, Minggu
(11/12/2011) besok. Pelatih Divaldo Alves bisa menurunkan tiga pemain
asingnya. Tak hanya itu, gelandang mungil nan lincah, Andik Vermansyah
juga siap turun. Bajul Ijo pun siap mencaplok Kabau Sirah.
Hingga, Sabtu (10/12/2011) pagi, dua pemain hampir pasti absen. Kedua pemain itu adalah Otavio Dutra dan Endra Prasetya. Meski ikut dalam latihan terakhir pagi ini, Dutra masih terganjal masalah Sertifikat Transfer Internasional (ITC). Sementara Endra mengalami cedera lutut kiri. Kiper senior ini juga tak nampak di latihan pagi ini.
Untuk posisi kiper, Persebaya patut berharap-harap cemas. Sebab mereka tercam krisis kiper. Hanya Dedi Iman yang siap dipasang. Sedangkan kiper Dimas Galih terancam tidak bisa turun karena terganjal masalah alih status. Tak hanya Dimas, pemain muda lainnya, seperti Nus Fasta, Aulia Ardli dan Ryan Wahyu juga mengalami nasib serupa. "Saat ini kita masih menunggu dari manajemen. Mudah-mudahan ITC Dutra selesai, dan masalah alih status juga beres," harap Divaldo Alves.
Meski ada kendala masalah ITC dan alih status pemain muda, Divaldo patut lega karena untuk pertama kalinya ia bisa menurunkan tiga pemain asing, yakni Andrew Barisic, Mario Karlovic dan pemain jompo Amaral. Tak hanya itu, Alves juga sudah dapat menurunkan sang ikon Persebaya, Andik Vermansyah. "Mereka dalam kondisi fit dan siap turun," lanjut mantan pelatih Persijap dan Minangkabau ini.
Hadirnya Barisic diharapkan mampu mempertajam lini depan Persebaya. Sebab pada dua laga terakhir, Persebaya krisis striker. Sebagai alternatif, Divaldo mendorong Arif Ariyanto dan Feri Ariawan sebagai ujung tombak.
Sedangkan turunnya Karlovic dan Andik membuat lini tengah lebih kreatif. Utamanya dalam menyuplai bola untuk striker. Sayang sektor belakang Persebaya terancam meninggalkan lubang menganga dengan tidak hadirnya Dutra. Apalagi duet Jefri Prasetyo dan Khomad Suharto juga belum padu.
"Ini adalah pertandingan home pertama kita. Kita ingin memberikan yang terbaik untuk suporter. Semoga kita mendapat hasil terbaik," pungkasnya.
Pada laga besok, Persebaya kemungkinan akan menurunkan Dedi Iman sebagai kiper utama. Empat pemain di belakang adalah, Mat Halil, Erol Iba, Khomad Suharto dan Jefri Prasetyo. Untuk lini tengah, kemungkinan besar diisi Rendi Irwan, Taufiq, Mario Karlovic dan Andik Vermansyah. Duet lini depan dipercayakan pada Feri Ariawan dan Andrew Barisic.[sya/ted]
Read more...
Hingga, Sabtu (10/12/2011) pagi, dua pemain hampir pasti absen. Kedua pemain itu adalah Otavio Dutra dan Endra Prasetya. Meski ikut dalam latihan terakhir pagi ini, Dutra masih terganjal masalah Sertifikat Transfer Internasional (ITC). Sementara Endra mengalami cedera lutut kiri. Kiper senior ini juga tak nampak di latihan pagi ini.
Untuk posisi kiper, Persebaya patut berharap-harap cemas. Sebab mereka tercam krisis kiper. Hanya Dedi Iman yang siap dipasang. Sedangkan kiper Dimas Galih terancam tidak bisa turun karena terganjal masalah alih status. Tak hanya Dimas, pemain muda lainnya, seperti Nus Fasta, Aulia Ardli dan Ryan Wahyu juga mengalami nasib serupa. "Saat ini kita masih menunggu dari manajemen. Mudah-mudahan ITC Dutra selesai, dan masalah alih status juga beres," harap Divaldo Alves.
Meski ada kendala masalah ITC dan alih status pemain muda, Divaldo patut lega karena untuk pertama kalinya ia bisa menurunkan tiga pemain asing, yakni Andrew Barisic, Mario Karlovic dan pemain jompo Amaral. Tak hanya itu, Alves juga sudah dapat menurunkan sang ikon Persebaya, Andik Vermansyah. "Mereka dalam kondisi fit dan siap turun," lanjut mantan pelatih Persijap dan Minangkabau ini.
Hadirnya Barisic diharapkan mampu mempertajam lini depan Persebaya. Sebab pada dua laga terakhir, Persebaya krisis striker. Sebagai alternatif, Divaldo mendorong Arif Ariyanto dan Feri Ariawan sebagai ujung tombak.
Sedangkan turunnya Karlovic dan Andik membuat lini tengah lebih kreatif. Utamanya dalam menyuplai bola untuk striker. Sayang sektor belakang Persebaya terancam meninggalkan lubang menganga dengan tidak hadirnya Dutra. Apalagi duet Jefri Prasetyo dan Khomad Suharto juga belum padu.
"Ini adalah pertandingan home pertama kita. Kita ingin memberikan yang terbaik untuk suporter. Semoga kita mendapat hasil terbaik," pungkasnya.
Pada laga besok, Persebaya kemungkinan akan menurunkan Dedi Iman sebagai kiper utama. Empat pemain di belakang adalah, Mat Halil, Erol Iba, Khomad Suharto dan Jefri Prasetyo. Untuk lini tengah, kemungkinan besar diisi Rendi Irwan, Taufiq, Mario Karlovic dan Andik Vermansyah. Duet lini depan dipercayakan pada Feri Ariawan dan Andrew Barisic.[sya/ted]
Label:
persebaya news
Selasa, 06 Desember 2011
DTYO-GEDE pemimpin baru PERSEBAYA
Duet Dityo-Gede pimpin PT pengelola PERSEBAYA
Selasa, 06 Desember 2011 17:05:46 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya (beritajatim.com) -
Pucuk pimpinan PT Pengelola Persebaya dalam waktu dekat akan mengalami
perubahan. Dityo Pramono hampir pasti menjabat sebagai Chief Executive
Officer (CEO) Persebaya menggantikan Llano Mahardika. Sementara Gede
Widiade ditunjuk untuk fokus menangani tim. Kabarnya, Gede diposisikan
sebagai CEO Operasional.
Selasa (6/12/2011) hari ini, Dityo, Gede, Komisaris Persebaya, Saleh Ismail Mukadar dan perwakilan klub mengadakan pertemuan di salah satu hotel berbintang di Jakarta. Dari pertemuan itu, disepakati Gede akan bergabung dengan Persebaya. "Ya, sudah ada kesepakatan. Pak Gede akan di Persebaya," kata Direktur Utama Persebaya, Cholid Goromah kepada beritajatim.com.
Awalnya, Gede diposisikan sebagai manajer tim. Sementara Dityo duduk sebagai CEO. Tapi mantan manajer Persebaya Surabaya era 2009-2010, Gede Widiade menolak. Ia beralasan, manajer tidak memiliki kewenangan penuh. Gede pun meminta otoritas yang setara dengan CEO.
Akhirnya diputuskan di PT Pengelola Persebaya terdapat dua organisasi yang memiliki kewenangan berbeda. Dityo kelak akan menjabat sebagai CEO Korporasi, sementara Gede menjabat sebagai CEO Operasional. CEO Korporasi memiliki wewenang penuh ke perusahaan. Sementara CEO Operasional bertanggung jawab masalah tim.
"Saya akan fokus untuk mengurusi bisnis bola di PT tersebut. Tapi saya tidak dapat memutuskan sendiri, harus membuka diri dengan Pak Dityo," kata Gede ketika dihubungi wartawan melalui telepon selulernya.
"Untuk ke tim, sayalah yang akan mengeksekusi," lanjut owner tim internal Persebaya, PS Mahasiswa itu.
Adanya dua pucuk pimpinan dalam satu organisasi memang terbilang ganjil. Umumnya sebuah organisasi hanya dipimpin satu orang leader. Terkait hal itu, Gede menjamin tidak akan ada saling sikut dengan Dityo. Dityo hanya fokus ke perusahaan, sementara Gede ditugaskan untuk mengurusi tim.
"Saya pastikan tidak ada over laping di perusahaan ini, tidak akan ada dua matahari di satu perusahaan," jelas pengusaha yang sukses di Jakarta ini.
Saat ini, Gede berharap hasil pertemuan dengan Dityo dan Saleh sesegera mungkin disampaikan ke konsorsium. Sebab, Gede sudah tak sabar untuk menjalankan bertugas tim asal kota kelahirannya tersebut. "Kalau belum ada legalitas, saya belum bisa bekerja dan Persebaya masih dalam tanggung jawab manajer lama," tutup Gede.[sya/kun]
Read more...
Selasa (6/12/2011) hari ini, Dityo, Gede, Komisaris Persebaya, Saleh Ismail Mukadar dan perwakilan klub mengadakan pertemuan di salah satu hotel berbintang di Jakarta. Dari pertemuan itu, disepakati Gede akan bergabung dengan Persebaya. "Ya, sudah ada kesepakatan. Pak Gede akan di Persebaya," kata Direktur Utama Persebaya, Cholid Goromah kepada beritajatim.com.
Awalnya, Gede diposisikan sebagai manajer tim. Sementara Dityo duduk sebagai CEO. Tapi mantan manajer Persebaya Surabaya era 2009-2010, Gede Widiade menolak. Ia beralasan, manajer tidak memiliki kewenangan penuh. Gede pun meminta otoritas yang setara dengan CEO.
Akhirnya diputuskan di PT Pengelola Persebaya terdapat dua organisasi yang memiliki kewenangan berbeda. Dityo kelak akan menjabat sebagai CEO Korporasi, sementara Gede menjabat sebagai CEO Operasional. CEO Korporasi memiliki wewenang penuh ke perusahaan. Sementara CEO Operasional bertanggung jawab masalah tim.
"Saya akan fokus untuk mengurusi bisnis bola di PT tersebut. Tapi saya tidak dapat memutuskan sendiri, harus membuka diri dengan Pak Dityo," kata Gede ketika dihubungi wartawan melalui telepon selulernya.
"Untuk ke tim, sayalah yang akan mengeksekusi," lanjut owner tim internal Persebaya, PS Mahasiswa itu.
Adanya dua pucuk pimpinan dalam satu organisasi memang terbilang ganjil. Umumnya sebuah organisasi hanya dipimpin satu orang leader. Terkait hal itu, Gede menjamin tidak akan ada saling sikut dengan Dityo. Dityo hanya fokus ke perusahaan, sementara Gede ditugaskan untuk mengurusi tim.
"Saya pastikan tidak ada over laping di perusahaan ini, tidak akan ada dua matahari di satu perusahaan," jelas pengusaha yang sukses di Jakarta ini.
Saat ini, Gede berharap hasil pertemuan dengan Dityo dan Saleh sesegera mungkin disampaikan ke konsorsium. Sebab, Gede sudah tak sabar untuk menjalankan bertugas tim asal kota kelahirannya tersebut. "Kalau belum ada legalitas, saya belum bisa bekerja dan Persebaya masih dalam tanggung jawab manajer lama," tutup Gede.[sya/kun]
Label:
persebaya news
Senin, 05 Desember 2011
JADWAL PERSEBAYA IPL 2011-2012
Jadwal Revisi Persebaya Musim 2011-2012
Putaran IPSMS Vs Persebaya (27 November): 1-2 (M)
Persiraja Vs Persebaya (1 Desember): 2-1 (K)
Persebaya Vs Semen Padang (11 Desember)
Persebaya Vs Sriwijaya FC (17 Desember)
Persebaya Vs PSM (8 Januari)
Persija Vs Persebaya (15 Januari)
Persebaya Vs Persiba Bantul (28 Januari)
Persijap Vs Persebaya (5 Februari)
Persema Vs Persebaya (12 Februari)
Persebaya vs Arema (4 Maret)
Persibo Vs Persebaya (10 Maret)
Bontang FC Vs Persebaya (17 Maret)
Putaran II
Persebaya Vs PSMS (7 April)
Semen Padang Vs Persebaya (14 April)
Persebaya Vs Persema (22 April)
PSM Vs Persebaya (28 April)
Arema Vs Persebaya (6 Mei)
Persebaya Vs Bontang FC (12 Mei)
Sriwijaya FC Vs Persebaya (20 Mei)
Persebaya vs Persibo (27 Mei)
Persebaya Vs Persija (3 Juni)
Persiba Bantul Vs Persebaya (16 Juni)
Persebaya Vs Persijap (24 Juni)
Persebaya Vs Persiraja (30 Juni)
Read more...
Putaran IPSMS Vs Persebaya (27 November): 1-2 (M)
Persiraja Vs Persebaya (1 Desember): 2-1 (K)
Persebaya Vs Semen Padang (11 Desember)
Persebaya Vs Sriwijaya FC (17 Desember)
Persebaya Vs PSM (8 Januari)
Persija Vs Persebaya (15 Januari)
Persebaya Vs Persiba Bantul (28 Januari)
Persijap Vs Persebaya (5 Februari)
Persema Vs Persebaya (12 Februari)
Persebaya vs Arema (4 Maret)
Persibo Vs Persebaya (10 Maret)
Bontang FC Vs Persebaya (17 Maret)
Putaran II
Persebaya Vs PSMS (7 April)
Semen Padang Vs Persebaya (14 April)
Persebaya Vs Persema (22 April)
PSM Vs Persebaya (28 April)
Arema Vs Persebaya (6 Mei)
Persebaya Vs Bontang FC (12 Mei)
Sriwijaya FC Vs Persebaya (20 Mei)
Persebaya vs Persibo (27 Mei)
Persebaya Vs Persija (3 Juni)
Persiba Bantul Vs Persebaya (16 Juni)
Persebaya Vs Persijap (24 Juni)
Persebaya Vs Persiraja (30 Juni)
Label:
jadwal pertandingan
ANDIK MULAI GABUNG PERSEBAYA LAGI
Asyik,Besok Andik Mulai Gabung PERSEBAYA Lagi
Senin, 05 Desember 2011 08:59:30 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surabaya (beritajatim.com) -
Setelah mati-matian membela Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-23 di
ajang SEA Games, tenaga Andik Vermansyah nampak terkuras habis. Untuk
itu, Andik meminta dispensasi ke manajemen dan tim pelatih Persebaya
untuk menambah jatah liburnya. Andik rencananya baru bergabung dengan
tim, Selasa (6/12/2011) besok.
Sejatinya, tim mulai berlatih kembali, Senin (5/12/2011) hari ini. Ini adalah latihan perdana setelah Persebaya menjalani tur Sumatera lawan PSMS dan Persiraja. Dari dua pertandingan itu, tim asuhan Divaldo Alves memetik hasil satu menang dan sekali kalah.
Meski latihan sudah digelar Senin, tapi Andik Vermansyah dipastikan belum merapat ke tim. "Selasa, Mas," kata Andik kepada beritajatim.com.
Menurut Andik, dia sengaja meminta libur sedikit lebih lama karena dia ingin beristirahat dan berkumpul bersama keluarganya. Apalagi setelah bermain untuk Garuda Muda, Andik dipanggil ke Timnas Seelction untuk laga persahabatan lawan LA Galaxy.
"Masih ingin libur dulu, Mas. Karena kemarin, saat puasa, yang lain libur, aku baru memulai seleksi di Timnas," ucapnya.
Praktis kondisi itu membuat Andik belum bisa menikmati waktu liburnya secara total. Meski meminta tengang waktu libur lebih banyak, tapi Andik tetap menjaga kondisinya dengan rutin fitnes.[sya]
Read more...
Sejatinya, tim mulai berlatih kembali, Senin (5/12/2011) hari ini. Ini adalah latihan perdana setelah Persebaya menjalani tur Sumatera lawan PSMS dan Persiraja. Dari dua pertandingan itu, tim asuhan Divaldo Alves memetik hasil satu menang dan sekali kalah.
Meski latihan sudah digelar Senin, tapi Andik Vermansyah dipastikan belum merapat ke tim. "Selasa, Mas," kata Andik kepada beritajatim.com.
Menurut Andik, dia sengaja meminta libur sedikit lebih lama karena dia ingin beristirahat dan berkumpul bersama keluarganya. Apalagi setelah bermain untuk Garuda Muda, Andik dipanggil ke Timnas Seelction untuk laga persahabatan lawan LA Galaxy.
"Masih ingin libur dulu, Mas. Karena kemarin, saat puasa, yang lain libur, aku baru memulai seleksi di Timnas," ucapnya.
Praktis kondisi itu membuat Andik belum bisa menikmati waktu liburnya secara total. Meski meminta tengang waktu libur lebih banyak, tapi Andik tetap menjaga kondisinya dengan rutin fitnes.[sya]
Minggu, 04 Desember 2011
BONEK SUDAH DEWASA DAN CERDAS
Jum'at, 02 Desember 2011 11:12:58 WIB
Reporter : M. Syafaruddin
Surbaya (beritajatim.com) -
Dua musim sudah Persebaya terbelah menjadi dua. Persebaya 1927 bermain
di kompetisi resmi Indonesian Premier League (IPL) dengan payung PT Liga
Prima Indonesia Sportindo. Sementara Persebaya DU turun di kompetisi
Divisi Utama di bawah naungan PT Liga Indonesia.
Persebaya yang diasuh Divaldo Alves sudah melakoni dua laga perdana di kompetisi IPL. Sementara Persebaya DU yang diarsiteki Subangkit baru sebatas pembentukan tim. Ini karena kompetisi Divisi utama PT Liga belum bergulir.
Dengan dualisme yang terjadi di tubuh Persebaya, lantas bagaimana sikap Bonek, suporter Persebaya. Persebaya mana yang harus didukung? Asosiasi Bonek Persebaya, wadah yang sementara menaungi 16 elemen suporter, memberikan kebebasan untuk memilih mana Persebaya yang layak didukung.
"Kami tidak dalam konteks untuk memaksa siapa mendukung siapa. Karena hal itu kembali ke masing-masing individu," kata humas ABP, Andi Peci, Jumat (2/12/2011).
Meski pada dasarnya Asosiasi Bonek Persebaya ini dibentuk dan berafiliasi dengan Persebaya yang berkompetisi di IPL, mereka tidak mengharuskan Bonek lainnya untuk mendukung tim yang dihuni bintang Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Andik Vermansyah itu.
"Kalau konteks secara umum, kami kembalikan ke hati nurani masing-masing. Bonek sekarang sudah cerdas, bebas memilih mau dukung yang mana," lanjut pria yang identik dengan topi pelukisnya itu.
Mengesampingkan adanya dua Persebaya, hingga kini, Bonek masih menyimpan amarah terhadap PT Liga Indonesia. Pasalnya, PT Liga Indonesia dan PSSI era Nurdin Halid menjadi dalang 'sepakbola dagelan' yang menjerumuskan Persebaya dan Persik ke Divisi Utama. Sementara tim Pelita Jaya akhirnya bertahan di Superliga. [sya/but]
Read more...
Persebaya yang diasuh Divaldo Alves sudah melakoni dua laga perdana di kompetisi IPL. Sementara Persebaya DU yang diarsiteki Subangkit baru sebatas pembentukan tim. Ini karena kompetisi Divisi utama PT Liga belum bergulir.
Dengan dualisme yang terjadi di tubuh Persebaya, lantas bagaimana sikap Bonek, suporter Persebaya. Persebaya mana yang harus didukung? Asosiasi Bonek Persebaya, wadah yang sementara menaungi 16 elemen suporter, memberikan kebebasan untuk memilih mana Persebaya yang layak didukung.
"Kami tidak dalam konteks untuk memaksa siapa mendukung siapa. Karena hal itu kembali ke masing-masing individu," kata humas ABP, Andi Peci, Jumat (2/12/2011).
Meski pada dasarnya Asosiasi Bonek Persebaya ini dibentuk dan berafiliasi dengan Persebaya yang berkompetisi di IPL, mereka tidak mengharuskan Bonek lainnya untuk mendukung tim yang dihuni bintang Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Andik Vermansyah itu.
"Kalau konteks secara umum, kami kembalikan ke hati nurani masing-masing. Bonek sekarang sudah cerdas, bebas memilih mau dukung yang mana," lanjut pria yang identik dengan topi pelukisnya itu.
Mengesampingkan adanya dua Persebaya, hingga kini, Bonek masih menyimpan amarah terhadap PT Liga Indonesia. Pasalnya, PT Liga Indonesia dan PSSI era Nurdin Halid menjadi dalang 'sepakbola dagelan' yang menjerumuskan Persebaya dan Persik ke Divisi Utama. Sementara tim Pelita Jaya akhirnya bertahan di Superliga. [sya/but]
Langganan:
Postingan (Atom)




